Terimakasih kepada guru bahasa Indonesia saya dan teran-teran yang telah memberikan kesempatan untuk saya menyampaikan pidato ini., Di sini saya akan menyampaikan pidato dengan tema "Melalui Bulan Bahasa Kita Tingkatkan Rasa Nasionalisme dan Cinta Bahasa Indonesia".
2 Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan komentarnya tentang gambar tersebut dengan tertib dan tidak berebutan 3. Siswa memberikan komentar dengan cara mengacungkan tangan 4. Siswa diberikan giliran secara bergantian agar memberikan kesempatan yang lain untuk menyampaikan pendapatnya 5. Guru menjelaskan materi adab mandi 6.
kesempatan. kepada . kelompok lain untuk menyampaikan pendapatnya atau bertanya. Kegiatan siswa adalah mengerjakan soal bersama dengan teman sekelompoknya, melihat dan mencerna contoh soal yang diberikan oleh guru, menjelaskan hasil kerja kelompok yang telah dikerjakan, siswa dari kelompok lain bertanya atau mengemukakan pendapatnya. 3. Tahap
Selanjutnyakamu perlu memahami, bahwa target dalam beragumentasi adalah untuk meyakinkan sesuatu terhadap orang lain. Maka, ketika hendak menyampaikan pendapat, kamu harus menyantumkan bukti-bukti yang dapat menguatkan opinimu. Fakta-fakta yang kamu kutip akan menggiring lawan bicaramu ke dalam topik yang kamu angkat.
. - Kebebasan mengemukan pendapat merupakan hak asasi manusia HAM setiap negara. Setiap warga negara bebas mengemukan pendapat untuk menyampaikan pendapat, pikiran dengan lisan, tulisan dan sebagai secara bebas dan bertanggung bertanggung jawab sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dasar hukum Kebebasan Mengemukakan Pendapat di Indonesia Kebebasan mengemukan pendapat dimuka umum di jamin dalam Undang-Undang Dasar UUD 1945 dan Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia Universal Declaration of Human Rights.Baca juga Bagian Paru-Paru Dikutip situs Dewan Perwakilan Rakyat DPR, kemerdekaan setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum merupakan perwujudan demokrasi dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Untuk membangun negara demokrasi yang menyelanggarakan keadilan sosial dan menjamin hak asasi manusia diperlukan adanya suasana yang aman, tertib, dan menyampaikan pendapat di muka umum secara bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sehingga perlu dibentuk UU tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum Nomor 9 Tahun 1998. Pada UU tersebuat Kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum dilaksanakan berlandaskan pada Asas keseimbangan antara hak dankewajiban Asas musyawarah dan mufakat Asas kepastian hukum dan keadilan Asas proporsionalitas Asas manfaat. Baca juga Unsur dan Jenis Seni Rupa Pada konstitusi Indonesi menjami warganya menyampaikan pendapat baik secara lisan maupun tulisan, sejauh tidak menebar fitnah dan melanggar hukum. Dilansir situs Komisi Nasional Komnas Hak Asasi Manusia HAM, deklarasi universal hak-hak asasi manusia atau Universal Declaration of Human Rights adalah sebuah deklarasi yang di adopsi oleh Majelis Umum PBB pada 10 Desember 1948 di Palais de Chaillot, Paris, Prancis melalui General Assembly Resolution 217 A III.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Seperti yang kita ketahui bersama, menjadi seorang pendengar yang baik memang butuh kesabaran tinggi, sebab tidak jarang ketika berusaha menjadi pendengar yang baik, justru ada hal yang ingin kita sampikan bukan di waktu yang tepat, sehingga situasi akan menjadi burukSama halnya ketika seseorang mengutarakan maksudnya sebagai pendapat tentang bagaimana cara pandangnya terhadap sebuah permasalahan, sebaiknya kita menyimak dengan baik, sebelum akhirnya menanggapi atau setidaknya dapat memberikan solusi terbaik tentang pembicaraan atau topik yang sedang di sampaikan . Beberapa alasan khusus memang penting untuk di ketahui dan di terapkan agar terjalin hubungan yang harmonis diantara kita, terlebih lagi dalam kelompok sosial, tentunya setiap orang berhak untuk mengutarakan pendapatnya sebagai bentuk ekspresi yang dirasakan kemudian tercurah melalui sebuah pendapat . Ketika kita telah menjadi pribadi yang dapat memposisikan diri sebagai pendengar yang baik, maka menghargai pendapat orang lain akan memberikan sebuah dampak yang baik juga, diantaranya;Mengeluarkan sebuah pendapat atau pandangan terhadap sesuatu, memang menjadi bagian utama berupa hak yang dimiliki setiap insansehingga dengan memberikan nilai dalam bentuk menghargai pendapat orang lain, secara tidak langsung kita telah melaksanakan kewajiban untuk menerima situasi dari sisi yang berbeda dalam bentuk pandangan-pandangan orang lain..Pandangan itu bisa jadi sebagai pembelajaran baru dalam kehidupan, sebab dengan adanya sebuah pendapat mungkin saja kita tidak pernah mengetahui sebelumnya sebuah pendapat tentang informasi atau pembelajaran tertentu. .Dengan memposisikan diri sebagai pendengar yang baik, memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berbicara, maka secara tidak langsung kita telah membantunya untuk menumbuhkan kepercayaan diri, sehingga di kemudian hari ia akan terbiasa untuk menyampaikan sebuah pendapat tentang situasi-situasi tertentu. Menerima perbedaan pendapat memang tidaklah mudah. Akan tetapi, ketika kita dapat menghargai pendapat orang lain, maka akan terbentuk rasa solidaritas yang tinggi dalam solidaritas merupakan bagian penting ketika sebuah pendapat telah di dengarkan secara baik, diterima dan sebagai bentuk apresiasi kita kepada mereka yang menyampaikan ini akan terlihat ketika kita bergabung pada sebuah komunitas atau organisasi terentu, sebagai bagian dari peran melalui pendapat yang membangun demi kemajuan organisasi yang kita ikuti. 1 2 Lihat Humaniora Selengkapnya
Berani menyampaikan pendapat di lingkungan kerja, merupakan hal yang patut diacungi jempol. Karena tidak sedikit, karyawan-karyawan mempunyai ide atau gagasan yang cemerlang, namun belum sanggup untuk mengemukakan pendapat tersebut. Saat kamu akan menyampaikan pendapat atau sebuah gagasan di lingkungan kerja. Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan, agar pendapat tersebut bisa diterima oleh semua orang. Contohnya seperti beberapa tips di bawah Jangan dibuat tegang dan sampaikan pendapat kamu dengan percaya diri Pexels/rawpixelHal pertama yang harus kamu lakukan adalah kamu harus percaya kepada diri kamu sendiri, bahwa kamu bisa. Jangan pernah ragu atau takut, saat kamu akan mengemukakan sebuah pendapat atau gagasan. Mengapa kamu harus percaya diri saat mengemukakan pendapat? Karena jika kamu ragu-ragu dengan pendapat tersebut, maka orang lain pun, akan merasakan hal yang sama. Meskipun pendapat kamu benar, tetapi jika dikatakan dengan ragu-ragu, pasti tidak akan memberikan efek yang begitu Memperhatikan gestur tubuh dan intonasi saat menyampaikan pendapatPexels/Rebrand CitiesSelain percaya diri, gestur tubuh serta intonasi juga harus kamu perhatikan. Jangan sampai gestur tubuh kamu menunjukkan kurang percaya diri dengan argumen yang kamu sampaikan. Tidak hanya itu, kamu juga harus menatap mata orang-orang yang hadir pada saat meeting. Cara ini jelas akan terasa lebih sopan dan membuat orang lain merasa sekarang, perhatikan juga intonasi saat kamu menyampaikan pendapat. Jangan sampai terbata-bata atau justru nada bicara kamu berubah menjadi sangat tinggi. Hal ini akan membuat orang lain menjadi tidak nyaman dengan cara kamu menyampaikan Pastikan bahwa pendapat kamu sudah sesuai dengan topik pembahasan dan mempunyai dasar yang kuatPexels/rawpixelSebelum kamu menyampaikan pendapat, cobalah untuk menyesuaikannya dengan topik yang sedang dibahas. Gak hanya itu kamu juga harus memastikan, apakah argumen kamu mempunyai dasar yang kuat atau tidak? Jika memang mempunyai dasar yang kuat, kamu bisa menyampaikan pendapat tersebut. Carilah beberapa data atau fakta-fakta yang bisa memperkuat pendapat kamu. Sehingga orang lain pun, akan dengan mudah menerima pendapat kamu. Baca Juga 5 Tips Menyampaikan Kritik Tanpa Melukai Perasaan Rekan Kerja 4. Memberikan kesempatan kepada orang lain untuk memberikan komentar atau masukan atas pendapatmuPexels/rawpixelMeeting bukan hanya milik kamu saja. Tetapi orang-orang yang hadir dalam rapat tersebut pun, mempunyai hak untuk menyampaikan pendapat atau bahkan menyanggah pendapat yang kamu sampaikan. Makanya berilah kesempatan kepada orang lain untuk memberikan komentar atau masukannya. Ingat, jangan terus-terusan kamu yang Tidak menyerang kehidupan pribadi lawan bicaraPexels/divinetechygirlBiasanya hal ini juga sering banget terjadi. Meskipun suasa sedang cukup tegang atau keadaan hati kamu sedang kesal, jangan sekali-kali kamu menyerang kehidupan pribadi dari lawan bicara kamu. Karena selain keluar dari topik pembahasan, hal ini juga sangat tidak sopan dan hanya akan membuat hubungan kalian menjadi kurang Berbesar hatilah jika pendapat kamu kurang mendapatkan respon bagus atau bahkan ditolakPexels/rawpixelTerakhir, kamu tidak boleh marah atau merasa kecewa, jika pendapat atau argumenmu tidak mendapatkan respon yang baik dari orang lain. Bahkan meskipun pendapat tersebut ditolak sekali pun, kamu harus berlapang dada dan bersikap sebuah pendapat dalam sebuah diskusi atau rapat, merupakan hal yang sangat wajar sekali. Jadi jangan sampai membuat kamu menjadi berkecil hati atau marah. Mungkin saja pendapat kamu tidak salah, namun ada pendapat yang lebih bagus dan mewakili kepentingan banyak sekarang, jangan pernah malu untuk menyampaikan sebuah pendapat dan ikuti cara-caranya dengan benar. Baca Juga Daripada Dicap Jadi Tukang Kritik, Ini Cara Menyampaikannya yang Benar IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
Pengertian Mufakat adalah Kata mufakat dalam Bahasa Inggris sama dengan kata consensus. Dalam KBBI kata konsensus itu sendiri dapat diartikan sebagai kesepakatan kata atau permufakatan bersama mengenai pendapat, pendirian, dan sebagainya yang dicapai melalui kebulatan suara. Ketika ada konsensus, semua orang menyetujui suatu hal. Setiap kali ada ketidaksetujuan, itu berarti bahwa tidak ada kesepakatan. Ketika Anda berbicara tentang semua orang di dunia, sulit untuk menemukan konsensus tentang apa pun. Terlalu banyak pendapat. Namun, dalam kelompok yang lebih kecil, mencapai konsensus adalah mungkin. Konsensus menyatukan orang untuk belajar, berbicara, dan menemukan landasan bersama untuk bertindak. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang apa itu konsensus atau yang dalam artikel ini akan disebut dengan mufakat, maka artikel ini akan mengulas tentang pengertian mufakat, ciri, manfaat, dan contohnya. Mufakat merupakan pendapat atau keputusan yang disetujui oleh semua pihak yang terlibat dalam musyawarah. Musyawarah itu sendiri dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan untuk menyatukan pendapat yang berbeda-beda. Sehingga, apabila kita mendengar tentang istilah musyawarah untuk mufakat artinya yaitu suatu proses yang dilakukan untuk memperoleh keputusan yang disetujui oleh semua pihak. Jika mufakat tidak diperoleh, maka dalam musyawarah boleh dilakukan voting, yaitu pengambilan suara terbanyak dari peserta musyawarah. Hal tersebut sebagaimana pengambilan keputusan melalui konsensus yaitu proses pengambilan keputusan kelompok di mana anggota kelompok berkembang, dan setuju untuk mendukung keputusan demi kepentingan terbaik seluruh kelompok atau tujuan bersama. Konsensus dapat didefinisikan secara profesional sebagai resolusi yang dapat diterima, resolusi yang dapat didukung, meskipun bukan “favorit” dari setiap individu. Konsensus berasal dari kata Latin cōnsēnsus kesepakatan, yang berasal dari cōnsentiō yang secara harfiah berarti merasakan kebersamaan. Kata ini digunakan untuk menggambarkan keputusan dan proses mencapai keputusan. Pengambilan keputusan konsensus dengan demikian berkaitan dengan proses musyawarah dan penyelesaian suatu keputusan, dan dampak sosial, ekonomi, norma hukum, lingkungan dan politik dari penerapan proses ini. Sebagai proses pengambilan keputusan, konsensus bertujuan untuk Mencari Kesepakatan Suatu proses pengambilan keputusan konsensus berupaya menghasilkan sebanyak mungkin persetujuan. Kolaboratif Peserta berkontribusi terhadap proposal bersama dan membentuknya menjadi keputusan yang memenuhi keprihatinan semua anggota kelompok sebanyak mungkin. Kooperatif Peserta dalam proses konsensus yang efektif harus berusaha untuk mencapai keputusan terbaik untuk kelompok dan semua anggotanya, daripada bersaing untuk preferensi pribadi. Egaliter Semua anggota dalam proses pengambilan keputusan konsensus harus diberi, sedapat mungkin, input yang sama ke dalam proses. Semua anggota memiliki kesempatan untuk mempresentasikan, dan mengubah proposal. Inklusif Sebanyak mungkin pemangku kepentingan harus dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan konsensus. Partisipatif Proses konsensus harus secara aktif meminta masukan dan partisipasi semua pembuat keputusan. Pengertian Mufakat Mufakat mempunyai 4 arti. Mufakat sebagai sebuah homonim karena arti-artinya mempunyai ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda. Adapun ke-4 arti tersebut, antara lain Mufakat memiliki arti dalam kelas adjektiva atau kata sifat. Sebagai sebuah kata sifat mufakat bisa mengubah kata benda atau kata ganti, biasanya dengan menjelaskannya atau membuatnya menjadi lebih spesifik. Mufakat juga termasuk nomina atau kata benda, sehingga mufakat bisa menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan. Mufakat juga termasuk verba atau kata kerja, sehingga mufakat bisa menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya. Mufakat juga termasuk dalam ragam bahasa cakapan. Mufakat masuk ke dalam bahasa gaul atau bahasa ABG yaitu ragam bahasa Indonesia nonstandar yang biasanya dipakai oleh anak muda. Dalam pelaksanaan musyawarah yang ingin dicapai adalah kata mufakat. Akan tetapi terkadang pada kenyataannya tidak semua orang bersedia menyetujui apa yang menjadi hasil dari musyawarah. Oleh sebab itu, dibutuhkan prinsip-prinsip tertentu dalam bermusyawarah agar tercapai mufakat. Prinsip-prinsip tersebut dibutuhkan agar musyawarah bisa dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan nilai-nilai dasar Pancasila sebagai dasar negara kita. Berikut ini beberapa prinsip yang dibutuhkan dalam bermusyawarah untuk mufakat Bersumber Pada Pancasila Prinsip pertama dalam bermusyawarah untuk mencapai mufakat adalah kegiatan tersebut harus bersumber pada sila keempat Pancasila. Proses perumusan Pancasila sebagai dasar bagi negara kita sehingga segala hal harus senantiasa bersumber pada Pancasila, terlebih lagi berkaitan dengan musyawarah. Sebab ini merupakan kegiatan pengambilan keputusan untuk kepentingan banyak orang dan kemaslahatan banyak orang sehingga keputusan yang diambil oleh seseorang dalam menentukan arah kebijakan juga harus berdasarkan pada ideologi Pancasila. Setiap Keputusan Tidak Boleh Bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 Keputusan yang dihasilkan dari musyawarah harus sesuai dengan arti nilai-nilai Pancasila. Oleh sebab itu, setiap keputusan yang dihasilkan tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila maupun sifat-sifat UUD 1945. Jika keputusan tersebut bertentangan, maka harus dihapuskan. Setiap Orang Mempunyai Kesempatan dan Hak yang Sama dalam Musyawarah Prinsip bermusyawarah untuk mufakat yang selanjutnya adalah masing-masing orang memiliki serangkaian definisi hak dan kesempatan yang sama untuk menyatakan pendapatnya dalam musyawarah. Dalam menyampaikan pendapatnya tersebut, setiap orang harus menaati asas-asas dalam berpendapat. Senisa mungkin jangan sampai kebebasan berpendapat justru mendatangkan perselisihan Setiap Keputusan Harus Dilaksanakan Semua Orang Prinsip penting dalam musyawarah untuk mufakat yang tak kalah penting adalah setiap orang yang terkait dengan musyawarah harus bersedia melakukan apa pun keputusan yang dihasilkan dalam musyawarah. Jika ada yang tidak melakukan hasil tersebut, maka ketertiban dan keamanan mungkin tidak terwujud. Jika Mufakat Tidak Tercapai, Maka Dilakukan Voting Prinsip bermusyawarah untuk mufakat yang terakhir adalah saat terjadi perdebatan sengit ketika musyawarah dan tidak membuahkan kesepakatan, maka cara yang dapat dilakukan untuk menghasilkan keputusan yaitu melalui mekanisme voting atau pemungutan suara. Keputusan yang akan diambil adalah keputusan yang dipilih oleh suara mayoritas. Mekanisme ini biasanya dihindari dan sebelum diadakan voting dilakukan mekanisme lobi, atau membicarakan kembali permasalahannya agar nantinya tidak dasa salh satu yang dirugikan. Pengertian Mufakat Menurut Para Ahli Adapun definisi mufakat atau konsessus menurut para ahli, antara lain KBBI, Mufakat artinya 1 Setuju; seia sekata; sepakat, 2 Persetujuan; kata sepakat, 3 Pembicaraan; perundingan, 4 Berunding; berbicara dengan. Cambridge Dictionary, Konsensus adalah pendapat atau keputusan yang diterima secara umum di antara sekelompok orang Collins Dictionary, Konsensus adalah kesepakatan umum di antara sekelompok orang. Demokrasi, Bahwa dalam sistem demokrasi pengertian mufakat adalah sebuah hasil musyawarah yang sebelumnya disetujui dan untuk mencapai mufakat maka perlu adanya muafakat akan tetapi mengedepankan pada prinsip musyawarah. Ciri Mufakat Terdapat beberapa karakteristik yang ada di dalam musyawarah mufakat, antara lain sebagai berikut; Dalam proses musyawarah, semua peserta harus lebih mengutamakan kepentingan bersama dengan pertimbangan moral dan hati nurani yang jujur. Usul dan saran yang dari peserta musyawarah harus disampaikan dengan mudah untuk dipelajari dan tidak memberatkan dalam pelaksanaannya. Artinya bahwa semua usulan dan pendapat yang diajukan sesuai dengan hati nurani dan dapat diterima akal sehat. Segala usulan dan pendapat disampaikan dalam rangka mencaapai tujuan untuk kepentingan bersama. Keputusan yang dihasilkan dari musyawarah memiliki kelebihan, yaitu hasil keputusan lebih bermutu tinggi, dan bisa diterima orang banyak, dapat menampung aspirasi orang banyak, dan hasilnya bisa dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pelaksanaan musyawarah bisa mencapai mufakat jika ada usaha untuk mendukung beragam pendapat yang berbeda, kemudian dicari pemecahannya. Pemecahan tersebut akan menghasilkan keputusan bersama. Keputusan bersama bisa tercapai jika peserta musyawarah menggunakan akal sehat dan hati nurani yang luhur, beriktikad baik, bersikap jujur, saling menghargai pendapat orang lain, serta diliputi semangat kekeluargaan. Pengambilan keputusan yang didasarkan pada musyawarah mufakat sangat penting, hal tersebut untuk menghindari adanya perselisihan di antara peserta musyawarah sehinggda dari anggota yang melaksanakn musyawarag dapat menerima hasil dari adanya mufakat tersebut. Manfaat Mufakat Manfaat bermusyawarah yaitu masalah yang sulit akan mudah dipecahkan, masalah berat akan menjadi ringan, dan bisa meningkatkan rasa kekeluargaan, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dan juga dapat mewujudkan pengamalan nilai pancasila yang ke 3 yaitu tentang Persatuan. Secara lebih rinci, musyawarah mufakat mempunyai banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya yaitu Musyawarah mufakat adalah cara yang tepat untuk mengatasi berbagai silang pendapat. Musyawarah mufakat bisa menghindari dan mengatasi kemungkinan terjadinya konflik. Musyawarah mufakat memiliki peluang untuk mengurangi penggunaan kekerasan dalam memperjuangkan kepentingan. Contoh Mufakat Contoh sikap yang harus ditunjukkan dalam bermusyawarah untuk mufakat, misalnya adalah sebagai berikut; Bersedia mendengarkan pendapat orang lain Tidak mencela pendapat orang lain Bersedia dan ikhlas untuk mengikuti hasil akhir dari musyawarah Memberikan kesempatan kepada orang lain untuk memberikan pendapat dalam musyawarah Contoh sikap mufakat di lingkungan sekolah, misalnya Memilih ketua kelas secara musyawarah Mempersiapkan acara kemerdekaan di sekolah dgn musyawarah Mempersiapkan perlombaan antar sekolah scr musyawarah mufakat Itulah tadi serangkaian tulisan yang telah memberikan penjelasan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian mufakat menurut para ahli, ciri, manfaat, dan contohnya di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bisa memberikan referensi. Trimakasih, Saya adalah lulusan Universitas Lampung Tahun 2022 Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang bercita-cita ingin menjadi dosen
memberikan kesempatan kepada orang lain untuk menyampaikan pendapatnya